Anggaran Riset Pertanian Indonesia Terendah di Asia

Untuk menciptakan produksi yang berkelanjutan peran riset dan pengembangan sangat penting. Namun menurut Menteri Pertanian, Suswono, anggaran riset pertanian Indonesia sangat rendah. “Bahkan terendah di Asia,” ujarnya.

Di Kementerian Pertanian saja hanya mendapat alokasi Rp 600 miliar untuk penelitian. Padahal, pemerintah menargetkan keberhasilan pertanian yang relatif bisa berkelanjutan. “Keberhasilan pembangunan pertanian tidak perlu ditunjukkan dengan hasil yang sporadis. Namun, keberlanjutan produksi bahan pangan, khususnya beras, masih bersifat rentan karena perubahan iklim. Hal itu harus diatasi dengan memanfaatkan riset,” ujarnya.

Ia menyampaikan hal itu usai melakukan rapat tentang pembangunan pertanian di Kantor Wakil Presiden. Rapat itu dipimpin oleh Wakil Presiden Boediono dan dihadiri sejumlah menteri, yakni Menteri Pertanian Suswono, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanti, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, dan Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.

“Sesungguhnya walaupun kita sekarang tercapai katakanlah swasembada pangan, misalnya beras yang saat ini tercapai, ini sesungguhnya masih rentan, karena dengan perubahan iklim yang begitu masif ini saya kira memang harus disiapkan langkah-langkah bagaimana menciptakan benih unggul,” katanya.

Menurutnya, persoalan riset dan pengembangan harus diselesaikan oleh lintas sektor. “Akan segera diintegrasikan dalam waktu dekat.”

Sumber: Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: